Pages

Kamis, 19 Januari 2012

Java - Penjumlahan, Pengurangan dan Perkalian Vektor

Post kali ini bertemakan mengenai perhitungan vektor yang diaplikasikan menggunakan program Java. pada program ini kita dapat menghitung nilai vektor baik penjumlahan, pengurangan dan perkalian.
berikut listing codenya
import java.io.*;

class vektoor
{
            public static void main (String[] args) throws Exception
            {
                        BufferedReader Input = new BufferedReader( new InputStreamReader (System.in));
                       
                        int [] jum = new int [10];
                        int [] v1 = new int [10];
                        int [] v2 = new int [10];
                       
                        System.out.print("masukan jumlah elemen vektor =");
                        int n=Integer.parseInt(Input.readLine());
                        System.out.println("vektor 1");
                        for(int i=0;i<n;i++)
                        {
                                    System.out.print("elemen [1,"+i+"]=");
                                     v1[i]=Integer.parseInt(Input.readLine());
                        }
                        System.out.println("vektor 2");
                        for(int i=0;i<n;i++)
                        {
                                    System.out.print("elemen [1,"+i+"]=");
                                     v2[i]=Integer.parseInt(Input.readLine());
                        }
                        System.out.print("\npenjumlahan vektor:[");
                        for(int i=0;i<n;i++)
                        {
                                     jum[i]=v1[i]+v2[i];
                                    System.out.print(jum[i]);
                                    if(i!=n-1)
                                    {
                                                System.out.print(",");
                                    }
                                   
                        }
                        System.out.print("]");
                        System.out.print("\npengurangan vektor:[");
                        for(int i=0;i<n;i++)
                        {
                                     jum[i]=v1[i]-v2[i];
                                    System.out.print(jum[i]);
                                    if(i!=n-1)
                                    {
                                                System.out.print(",");
                                    }
                                   
                        }
                        System.out.print("]");
                        System.out.print("\nperkalian vektor:[");
                        for(int i=0;i<n;i++)
                        {
                                     jum[i]=v1[i]*v2[i];
                                    System.out.print(jum[i]);
                                    if(i!=n-1)
                                    {
                                                System.out.print(",");
                                    }
                                   
                        }
                        System.out.print("]");
            }
}

setelah semua syntak telah diketikkan dalam editor java, maka output yang dihasilkan adalah
demikian posting java kali ini semoga dapat membantu :D
READ MORE - Java - Penjumlahan, Pengurangan dan Perkalian Vektor

Minggu, 08 Januari 2012

Shell dan Kernel

Shell dan kernel adalah sebuah sistem yang sangat penting yang ada pada sistem operasi UNIX dan Linux, tanpa shell dan kernel sistem operasi tersebut tidak akan dapat berjalan. 
Shell adalah penterjemah pada sistem unix yang merupakan jembatan antara pemakai dan sistem unix, shell sendiri memiliki beberapa jenis antara lain :
a.       BourneShell(sh)
sh adalah shell standar Unix yang dibuat tahun 1979 oleh Stephen Bourne dari AT&T dengan memakai bahasa pemrograman Algol. sh terkenal karena sederhana, compact, and cepat. Kelemahannya adalah kurang interkatif seperti tidak ada history, aliasing, dan job control. Default prompt shell sh adalah $ (dolar).
b.       C-Shell(csh)
csh memiliki feature yang lebih lengkap dibandingkan sh. Shel ini dibuat tahun 1970an oleh Bill Joy dari University of California at Berkeley dengan menggunakan bahasa C.
Fitur yang terdapat dalam csh antara lain command-line history, aliasing, built-in arithmetic, filename completion, dan job control. Kelemahnnya adalah karena didesain untuk mesin skala besar dan memiliki banyak fitur maka shel ini cenderung lambat bila digunakan pada mesin kecil. Default prompt shell csh adalah % (persen).
c.       KornShell(ksh)
Korn shell merupakan pengembangan dari bourne shell yang ditulis oleh David Korn dari AT&T pada pertengahan 1980an. Feature Korn shell antara lain editable history, aliases, functions, regular expression wildcards, built-in arithmetic, job control, coprocessing, dan special debugging. Default prompt shell ksh adalah $ (dolar).
d.      BourneAgainShell(bash)
Bash merupakan default shell Linux yang merupakan pengembangan dari bourne shell sehingga kompatibel juga di Unix. Shell ini dibuat pada tahun 1988 oleh Brian Fox dari FSF GNU. Fitur yang dimiliki bash antara lain interaktif, dapat membuat shortcut, bisa berwarna, dll. Default Bash prompt adalah $ (dolar).
sedangkan kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman, kernel juga terdiri dari beberapa bagian  yaitu :
a.       Kernel monolitik.
Kernel monolitik mengintegrasikan banyak fungsi didalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara penuh terhadap perangkat keras yang berada dibawah sistem operasi.
b.       Mikrokernel.
Mikrokernel menyediakan sedikit saja dari abstraksi perangkat keras dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya, yang disebut dengan server dan untuk melakukan beberapa fungsionalitas lainnya.
c.       Kernel hibrida.
Kernel hibrida adalah pendekatan desain microkernel yang dimodifikasi. Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di dalam ruangan kernel untuk meningkatkan performanya.
d.      Exokernel.
Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung. Dalam pendekatan desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem operasi dapat melakukan abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan dalam desain monolithic kernel.

Kernel Linux yang pertama kali dipublikasikan adalah versi 0.01, pada tanggal 14 Maret 1991. Sistem berkas yang didukung hanya sistem berkas Minix. Kernel pertama dibuat berdasarkan kerangka Minix (sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum). Tetapi, kernel tersebut sudah mengimplementasi proses UNIX secara tepat.

Pada tanggal 14 Maret 1994 dirilis versi 1.0, yang merupakan tonggak sejarah Linux. Versi ini adalah kulminasi dari tiga tahun perkembangan yang cepat dari kernel Linux. Fitur baru terbesar yang disediakan adalah jaringan. Versi 1.0 mampu mendukung protokol standar jaringan TCP/IP. Kernel 1.0 juga memiliki sistem berkas yang lebih baik tanpa batasan-batasan sistem berkas Minix. Sejumlah dukungan perangkat keras ekstra juga dimasukkan ke dalam rilis ini. Dukungan perangkat keras telah berkembang termasuk diantaranya floppy-disk, CD-ROM, sound card, berbagai mouse, dan keyboard internasional. Dukungan juga diberikan terhadap modul kernel yang loadable dan unloadable secara dinamis.

Satu tahun kemudian dirilis kernel versi 1.2. Kernel ini mendukung variasi perangkat keras yang lebih luas. Pengembang telah memperbaharui networking stack untuk menyediakan support bagi protokol IPX, dan membuat implementasi IP lebih lengkap dengan memberikan fungsi accounting dan firewalling. Kernel 1.2 ini merupakan kernel Linux terakhir yang PC-only. Konsentrasi lebih diberikan pada dukungan perangkat keras dan memperbanyak implementasi lengkap pada fungsi-fungsi yang ada.

Pada bulan Juni 1996, kernel Linux 2.0 dirilis. Versi ini memiliki dua kemampuan baru yang penting, yaitu dukungan terhadap multiple architecture dan multiprocessor architectures. Kode untuk manajemen memori telah diperbaiki sehingga kinerja sistem berkas dan memori virtual meningkat. Untuk pertama kalinya, file system caching dikembangkan ke networked file systems, juga sudah didukung writable memory mapped regions. Kernel 2.0 sudah memberikan kinerja TCP/IP yang lebih baik, ditambah dengan sejumlah protokol jaringan baru. Kemampuan untuk memakai remote netware dan SMB (Microsoft LanManager) network volumes juga telah ditambahkan pada versi terbaru ini. Tambahan lain adalah dukungan internal kernel threads, penanganan dependencies antara modul-modul loadable, dan loading otomatis modul berdasarkan permintaan (on demand). Konfigurasi dinamis dari kernel pada run time telah diperbaiki melalui konfigurasi interface yang baru dan standar.

Semenjak Desember 2003, telah diluncurkan Kernel versi 2.6, dan yang paling terbaru (2007) telah mencapai patch versi 2.6.21.1Hal-hal yang berubah dari versi 2.6 ini ialah:
•     Subitem M/K yang dipercanggih.
•     Kernel yang pre-emptif.
•     Penjadwalan Proses yang dipercanggih.
•     Threading yang dipercanggih.
•     Implementasi ALSA (Advanced Linux Sound Architecture) dalam kernel
Versi dari kernel sendiri terdiri dari :
·         Versi 0.01 yang dirilis pada tanggal 14 Maret 1991
·         Versi 1.0 yang dikeluarkan pada tanggal 14 Maret 1994
·         Versi 1.2
·         Versi 2.0 yang dirilis pada bulan Juni 1996, dan
·         versi 2.6 yang dirilis bulan Desember 2003, serta
·         versi 2.6.21 yang dirilis pada tahun 2007
READ MORE - Shell dan Kernel

Kamis, 05 Januari 2012

Perbedaan antara UNIX dan Linux

Mungkin ada cukup banyak orang yang tidak mengetahui perbedaan antara UNIX dan Linux, mungkin melalui penjelasan berikut ini, dapat diketahui perbedaannya :

Sepanjang sejarahnya, Unix telah dikembangkan oleh berbagai vendor dan telah hadir dalam berbagai rupa dan rasa. Tidak semuanya gratis, tidak semuanya saling kompatibel. Unix popular karena portabel—ditulis dalam bahasa tingkat tinggi C sejak 1973 dan bukan assembly, sehingga mudah dipindahkan antararsitektur komputer—serta memiliki konsep sederhana dan elegan.

            Linux sendiri baru muncul tahun 1991 dari tangan seorang mahasiswa Finlandia bernama Linus Torvalds. Ini berarti setelah Apple dan Macintosh dan NT, dan sudah pasti setelah Bill Gates kaya raya. Saat itu Linus bermain-main dengan Minix, sebuah sistem Unix untuk PC berbasis Intel. Karena berbagai keterbatasan Minix, maka Linus memutuskan untuk menulis sistem operasi sendiri! Maka lahirlah Linux. Sejak awal Linux telah dikembangkan oleh para peminatnya di seluruh dunia, karena sejak versi 0.02 telah dirilis di newsgroup Internet. Saat ini kernel (inti sistem operasinya itu sendiri) Linux telah mencapai versi 2.4, dan puluhan distro (kemasan Linux beserta program-porgram aplikasi) serta bisnis seputar Linux telah berkembang pesat. Linux popular karena
alasan-alasan yang telah kita bahas sebelumnya tadi: gratis, berlisensi GPL, dan memiliki fitur-fitur
seperti halnya Unix lain.

Jadi bisa dibilang Unix adalah keluarga sistem operasi, sementara Linux adalah sebuah tiruan Unix (Unix clone). Linux bisa digolongkan sebagai sebuah sistem Unix. Unix dan Linux barangkali bukan sistem operasi yang paling superior dari segi teknik.

Dulu Unix adalah upaya ulang yang lebih sederhana dari sebuah proyek ambisius bernama Multics. Unix juga pertama kali dibuat untuk dijalankan di komputer mini, bukan mainframe yang tercanggih pada waktu itu. Linux sendiri masih menggunakan arsitektur kernel monolitik ketimbang memakai sistem mikrokernel seperti Mach dan NT, yang secara teoritik lebih modular dan fleksibel. Namun Unix dan Linux tetap popular dan berkembang karena simplisitas.
READ MORE - Perbedaan antara UNIX dan Linux

Selasa, 03 Januari 2012

Java - Fungsi Komposisi

Pada post kali ini saya akan mencoba untuk memberikan sebuah contoh program java, yang berfungsi untuk menentukan suatu nilai dari "fungsi komposisi". 


Sebelum Anda mempelajari fungsi komposisi lebih lanjut, pelajari uraian berikut ini. Misalkan f(x) = x2 + 1 dengan D f = { x| x E R} dan g(x) = (akar) x - 2 dengan Dg = {x| x ≥ 2, x E R}.  Mula-mula unsur  xE D f dipetakan oleh f ke bayangan x, yaitu f(x). Kemudian, f(x) dipetakan oleh g ke g(f(x)). 
Dengan demikian, fungsi komposisi g ° f adalah pemetaan x E D f oleh fungsi f, kemudian bayangannya dipetakan lagi oleh g. Uraian tersebut memperjelas definisi berikut.  Diketahui, f dan g dua fungsi sebarang maka fungsi komposisi f dan g ditulis g ° f, didefinisikan sebagai (g ° f)(x) = g(f(x)) untuk setiap x E Dg.  

berikut potongan syntaknya

import java.io.*;
public class komposisi {
public static void main(String [] angga)throws Exception {
BufferedReader input=new BufferedReader (new InputStreamReader (System.in));
System.out.println("masukan banyak ordinat= ");
int jum=Integer.parseInt(input.readLine());
int x[]=new int[jum];
for(int i=0;i<jum;i++)
{
System.out.print("masukan elemen x ke-"+(i+1)+": ");
x[i]=Integer.parseInt(input.readLine());
}
int yf[]=new int[jum];
for(int i=0;i<jum;i++)
{
yf[i]=x[i]*x[i]+x[i]+1;;
}
int yg[]=new int[jum];
for(int i=0;i<jum;i++)
{
yg[i]=x[i]*x[i]+3;
}
int yfg[]=new int[jum];
for(int i=0;i<jum;i++)
{
yfg[i]=yg[i]*yg[i]+yg[i]+1;
}
int ygf[]=new int [jum];
for(int i=0;i<jum;i++)
{
ygf[i]=yf[i]*yf[i]+3;
}
System.out.println("fungsi f(x)=x^2+x+1");
System.out.println("fungsi g(x)=x^2+3");
System.out.print("maka f(x)={");
for(int i=0;i<jum;i++)
{
System.out.print(yf[i]);
if(i!=jum-1)
{
System.out.print(",");
}
}
System.out.print("}\n");
System.out.print("maka g(x)={");
for(int i=0;i<jum;i++)
{
System.out.print(yg[i]);
if(i!=jum-1)
{
System.out.print(",");
}
}
System.out.print("}\n");
System.out.print("maka fog(x)={");
for(int i=0;i<jum;i++)
{
System.out.print(yfg[i]);
if(i!=jum-1)
{
System.out.print(",");
}

}
System.out.print("}\n");
System.out.print("maka gof(x)={");
for(int i=0;i<jum;i++)
{
System.out.print(ygf[i]);
if(i!=jum-1)
{
System.out.print(",");
}
}
System.out.print("}\n");
System.out.print("maka relasinya terhadap fungsi f(x):\n");
for(int i=0;i<jum;i++)
{
System.out.println("("+x[i]+","+yf[i]+")");
}
System.out.print("maka invers terhadap fungsi f(x):\n");
for(int i=0;i<jum;i++)
{
System.out.println("("+yf[i]+","+x[i]+")");
}
System.out.print("maka relasinya terhadap fungsi g(x):\n");
for(int i=0;i<jum;i++)
{
System.out.println("("+x[i]+","+yg[i]+")");
}
System.out.print("maka invers terhadap fungsi g(x):\n");
for(int i=0;i<jum;i++)
{
System.out.println("("+yg[i]+","+x[i]+")");
}
}
}


setelah itu cobalah untuk dirunning, maka output yang akan keluar adalah 
READ MORE - Java - Fungsi Komposisi