Pages

Rabu, 28 Desember 2011

Kontroversi Pulau Komodo


Pertengahan November lalu, melalui penggalangan SMS, Pulau Komodo berhasil dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia (The New Seven Wonders of Nature). Dengan masa kampanye kurang dari satu bulan, dukungan masyarakat Indonesia mencapai lebih dari ratusan juta SMS.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ditetapkan sebagai Duta Pulau Komodo oleh Komunitas Penggalangan Pemenangan Komodo mengatakan, “Saya ingin sekali lagi mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat yang dengan penuh semangat, malah sangat menggebu-gebu.”
Mantan Wapres Jusuf Kalla, dalam seminar pasca kemenangan komodo, Rabu pagi (7/12) di Universitas Paramadina, Jakarta, menilai keberhasilan Pulau Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, bermakna bersatunya masyarakat Indonesia.
“Bangsa ini mudah bersatu dengan tiga syarat, pertama selama masyarakat itu mengetahui tujuannya jelas untuk apa. Kita bukan hanya memuliakan komodo, tetapi juga memuliakan masyarakat artinya memajukan masyarakat di daerah yang justru termasuk paling terbelakang di negeri ini. Yang kedua, kalau ini berhasil semua orang akan mendapat kebahagiaan dan memperoleh keuntungan, dan yang ketiga, jangan di antara kita ada kepentingan pribadi,” ujar Jusuf Kalla.

Namun cara pemilihan pulau komodo sebagai salah satu “New 7 Wonders” menimbulkan banyak tanda tanya dimasyarakat. Karena belakangan pada saat beberapa stasiun tv mulai membuat iklan yang isinya meminta dukungan masyarakat untuk mendukung pulau komodo menjadi salah keajaiban dunia, pada saat itu juga diinternet mulai bermunculan beberapa berita mengenai kejanggalan pada yayasan 7 wonders tersebut. Beberapa berita yang muncul tersebut antara lain :
·         1. Keberadaan dari yayasan 7 Wonders itu cukup meragukan karena mempunyai alamat yang tidak jelas. Hal ini terungkap dari pernyataan Duta Besar Indonesia untuk negara Swiss Djoko Susilo yang telah melakukan investigasi tentang keberadaan Yayasan Seven Wonder tersebut.  Pihak KBRI telah melakukan penyelidikan mengenai alamat dari Yayasan tersebut, mereka melaporkan bahwa alamat kode pos  N7W Foundation yaitu Hoeschgasse 8, P.O. Box 1212, 8034 Zurich ternyata tak sesuai. Alamat kode posnya seharusnya Hoeschgasse 8, P.O. Box 1212, 8008 Zurich, di mana terdapat Museum Heidi Weber yang diarsiteki Le Corbusier. Museum itu dibangun pada 1967 dan hanya buka pada musim panas (Juni, Juli, Agustus) dari pukul 14.00 – 17.00, hal ini yang menjadi salah satu yang mendasari informasi mengenai Kontroversi Yayasan New 7 Wonders.
·         2. UNESCO merupakan lembaga Badan Perserikatan Dunia yang mengurusi Kebudayaan, pendidikan dan masalah sosial.  di website UNESCO sendiri mengatakan bahwa pihak UNESCO tidak terlibat dalam acara kegiatan penyematan tujuh keajaiban alam ini.  Di jelaskan di dalam Websitenya juga bahwa terjadi perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan keajaiban alam, karena Yayasan New Seven Wonders ini hanya menggunakan polling atau vote terbanyak tanpa melihat aspek dan sisi ilmiah, sejarah, serta sosial masyarakat.

Namun berita-berita yang ada sampai saat juga masih belum dibahas hingga tuntas. Yang pasti kita sebagai bagian dari negara Indonesia tetap bangga dengan terpilihnya pulau komodo menjadi salah satu keajaiban dunia, dan terpilihnya pulau komodo tersebut membuat kita lebih dasar bahwa ternyata masyarakat Indonesia masih mencintai negaranya, dengan bergotong royong besama-sama mendukung.

0 komentar:

Posting Komentar